Cara Menghitung Persentase Keuntungan dalam Berdagang

Dalam berbisnis terkadang seseorang disulitkan dengan cara menghitung persentase keuntungan dalam berdagang. Padahal laba adalah sebuah hal yang diharapkan dari setiap perdagangan dan transaksi jual beli. Lalu berapakah margin keuntungan yang boleh diperoleh?

Semua sebenarnya terserah pada penjual dengan menghitung ongkos produksi dan biaya pengiriman. Kebingungan inilah yang sering dialami khususnya para pemula dalam dunia usaha. Oleh karena itu, penulis menjelaskan hal ini sebagai topik pembahasan pada sore hari yang cerah ini.

Bagi anda yang baru dalam memulai suatu usaha pastinya sangat wajar jika kebingungan dalam mematok margin keuntungan yang hendak diperoleh. Terkadang ingin mematok keuntungan sebesar mungkin tapi terpatok pada harga barang di pasaran secara umum.

Kalau margin keuntungan yang mau didapatkan lebih besar akan berdampak pada harga barang menjadi lebih mahal. Sedangkan jika margin keuntungan yang ingin diraih sangat kecil per produk maka harga bisa lebih murah. Namun pastikan margin penjualan lebih besar untuk menutupi biaya pengiriman dan lain-lain.

Sebetulnya, margin keuntungan yang bisa ditetapkan oleh seorang pebisnis tidak terpaku berapapun. Sebanyak apapun laba yang ingin dihasilkan oleh seorang pengusaha bebas bebas aja. Setinggi apapun margin keuntungan dengan harga jual produk tinggi sekali boleh saja. Yang menjadi pertanyaan, apakah ada yang membelinya?

Baca Juga : Penjelasan Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini

Namun alangkah lebih baiknya anda memiliki patokan keuntungan tersendiri dengan melihat presentase keuntungan para pesaing. Misalkan jika kompetitor mematok laba bersih diatas 20 persen per item produk maka anda bisa mematok keuntungan sebesar 15 persen per item produk.

Cara Menghitung Persentase Keuntungan

Cara Menghitung Persentase Keuntungan dalam Berdagang - cover

Yang paling diimpikan banyak orang adalah memiliki suatu usaha yang mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Adapun bentuk usaha bisa dalam bentuk bisnis penjualan produk fisik atau layanan dalam bidang jasa.



Misalkan usaha makanan, kue, baju, warung sembako dll. Dari kegiatan usaha tersebut akan timbul sebuah pemasukan keuangan yang berasal dari penjualan barang atau layanan jasa. Untuk menghitung persentase keuntungan dalam berdagang sebetulnya sangat mudah. Berikut ini cara menghitung keuntungan dalam usaha, antara lain :

Baca Juga :  Bisnis Kedai Kopi Terpopuler Di Indonesia

1. Mengitung total pendapatan

Dimulai dari menghitung total seluruh pemasukan usaha dalam masa pertahun, atau perbulan. Setelah dihitung total pendapatan yang diraih dalam periode tertentu, selanjutnya dikurangi biaya produk return. Sehingga didapatkan laba yang benar-benar murni seratus persen.

2. Mencatat biaya pengeluaran atau beban

Secara mudahnya, rumus hasil keuntungan adalah total pendapatan yang diterima dikurangi total biaya pengeluaran. Untuk biaya pengeluaran termasuk biaya pengiriman, biaya listrik dan air, biaya pembelian pokok barang, biaya produksi dll.

Misalkan anda membuka usaha jualan makanan di pinggir jalan raya yang strategis. Dalam buka usaha kuliner tersebut tentu anda menghabiskan uang untuk biaya sewa bulanan kios usaha dan biaya pulang pergi dari rumah ke lokasi dagang dan seterusnya yang dinamakan biaya transportasi.

Belum lagi ditambah biaya listrik dan biaya makan dan minum sehari-hari. Semua itu menjadi pengeluaran usaha yang harus diperhitungkan dan dicatat untuk mengetahui keuntungan bisnis.

3. Total pendapatan dikurangi biaya pengeluaran atau beban

Setelah dicatat dan diketahui secara pasti total pemasukan dan pengeluaran usaha dalam periode tertentu, selanjutnya melakukan pengurangan antara jumlah pemasukan dengan total biaya pengeluaran. Itulah yang dinamakan laba usaha bersih.



Keuntungan usaha tersebut bisa besar dan bisa juga kecil. Dan dapat dipergunakan untuk belanja dan keperluan apa saja. Seperti bisa dijadikan sebagai tambahan modal usaha, diinvestasikan, ditabung, membayar pinjaman dan lain-lain.

Contoh Soal Persentase Keuntungan

Dalam dunia bisnis terdapat suatu istilah untung dan rugi. Jika hari ini rugi maka besok bisa jadi untung. Begitu sebaliknya, jika saat ini untung bisa jadi esok hari jadi rugi. Karena nasib berdagang tidak bisa ditentukan untung atau rugi.




Semua kembali kepada kehendak Allah SWT. Manusia hanya diwajibkan untuk berusaha. Namun yang diharapkan oleh seorang pengusaha adalah mendapatkan keuntungan sebesar mungkin dengan biaya pengeluaran seminimal mungkin.

Baca Juga :  Arti Endorse Menurut Para Ahli Yang Penting Diketahui

Seorang pedagang yang masih pemula sangat mungkin mengalami beberapa kerugian dalam bisnis. Sehingga dengan kerugian itulah menjadi bahan pelajaran untuk berbisnis di masa depan secara menguntungkan.

Cara menghitung prosentase laba merupakan hal yang mesti dikuasai oleh para pedagang atau pebisnis. Sehingga keuntungan dapat diketahui secara pasti. Cara mudahnya adalah dengan menghitung total pendapatan uang masuk dari hasil usaha.

Kemudian dipotong dengan biaya produksi, pembelian, biaya transport, administrasi dan lain sebagainya. Sampai didapatkanlah laba bersih dari hasil usaha pada hari tersebut.

Penulis pun kadang dibuat bingung dengan presentase keuntungan per item barang. Adapun barang yang dijual sangatlah banyak. Dari mulai alat mesin cukur rambut, perabotan rumahtangga, alat kesehatan, obat herbal, lampu emergency, sampai komputer.




Misalkan harga satu unit mesin cukur rambut di pabriknya sebesar Rp 52 ribu. Kemudian penulis jual langsung ke konsumen seharga Rp 80 ribu. Adapun biaya transport sebesar Rp 8000. Dari itu tampaklah keuntungan barang per item sebesar Rp 80 ribu-52 ribu-8000 = Rp 20 ribu. Lumayan bukan kalau satu hari terjual 10 unit mesin cukur rambut maka laba bersih sekitar Rp 200 ribu perhari.

Contoh soal cara menghitung persentase keuntungan lainnya dalam berdagang adalah sebagai berikut ini : Budi membeli satu unit laptop bekas yang sedikit mengalami kerusakan seharga Rp 1 juta.

Kemudian Budi melakukan perbaikan pada laptop sehingga komputer jinjing yang rusak dapat berjalan dalam kondisi baik dan normal. Namun biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki laptop tersebut mencapai Rp 500 ribu. Lalu Budi menjual komputer jinjing itu seharga Rp 2.500.000. Sehingga keuntungan kotor yang diperolehnya sebesar Rp 1 juta.

Cara menghitung prosentase laba usaha dapat dilihat pula dari penyelesaian soal ini. Iwan membeli satu unit televisi dengan harga Rp 1 juta. Lalu ia menjual televisi itu dan laku sebesar Rp 1.200.000. Maka cara penyelesaian soal sangat mudah. Dengan mengetahui harga jual sebesar Rp 1,2 juta. Dan harga beli Rp 1 juta. Untuk mengetahui laba usaha dengan cara mengurangi harga jual sebesar Rp 1,2 juta dengan harga beli sebesar Rp 1 juta.

Baca Juga :  Contoh Proposal Usaha Makanan Terbaru

Dalam hal ini, keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 200 ribu. Jika dihitung dalam prosentase laba maka Rp. 200 ribu dibagi Rp 1.200.000 dikali 100 persen. Hasil keuntungannya 16 persen. Sedangkan untuk bisnis makanan maka keuntungan yang bisa didapatkan bisa mencapai 100 persen lebih.

Contoh soal cara menghitung persentase keuntungan dalam berdagang lainnya yang sangat menarik untuk dibahas yaitu seorang pria bernama Iwan membeli satu unit kulkas seharga Rp 1 juta. Kemudian kulkas dijual kepada temannya seharga Rp 1,5 juta. Maka keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 500 ribu. Jika dihitung dalam prosentase keuntungan, rumusnya adalah keuntungan dibagi harga beli dan dikalikan seratus persen. Rp 500.000 dibagi Rp 1.000.000 = 0,5 dikali 100 persen = 50 persen. Jadi keuntungan dari jualan satu unit lemari es sebesar 50 persen.