Mengenal Lebih Dalam Pribadi Sandiaga Uno

Nilai Anda Untuk Artikel Ini
Sending
User Rating ( votes)

Siapa yang tidak kenal dengan Sandiaga Uno ? Saat ini salah satu orang terkaya di Indonesia ini mencalonkan diri menjadi Wakil Presiden dan Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden nya. Namun, tahukah anda bahwa Sandiaga  Salahudin Uno sebenarnya sudah sangat terkenal dikalangan pebisnis kakap di negara ini. 

Artikel ini akan membahas lengkap sosok Sandiaga Uno, dilihat dari profil pribadi nya, usaha nya, hingga pembahasan mengenai keluarga nya. Banyak referensi kami ambil sebagai perbandingan dan ke-valid-an data yang akan kami tulis.

Mengenal Lebih Dalam Pribadi Sandiaga Uno

Mengenal Lebih Dalam Sosok Sandiaga Uno - Cover

Sandiaga Salahudin Uno atau seringkali di panggil Sandiaga Uno atau Sandi Uno ialah entrepreneur muda serta terkenal asal Indonesia. Seringkali ada di acara seminar-seminar, Sandi Uno memberi pembekalan mengenai jiwa kewirausahaan (entrepreneurship), pentingnya pada pemuda. Sandi lahir di Rumbai, Pekanbaru, 28 Juni 1969.




Sandi Uno mengawali upayanya sesudah sudah sempat jadi seseorang pengangguran saat perusahaan yang mempekerjakannya bangkrut.

Bersama dengan partnernya, Sandi Uno membangun satu perusahaan di bagian keuangan, PT Saratoga Advisor. Usaha itu dapat dibuktikan sukses serta sudah menggantikan beberapa perusahaan lainnya.

Pada tahun 2009, Sandi Uno terdaftar menjadi orang paling kaya posisi ke-29 di Indonesia menurut majalah Forbes.

Di Indonesia, relatif sangat sulit mencari orang sukses dalam umur yang relatif muda, sekurang-kurangnya dalam umur dibawah 40 tahun. Akan tetapi, di antara susahnya temukan orang sukses itu, muncul milyarder muda, Sandiaga Salahuddin Uno.

Kelompok entrepreneur yang terhimpun dalam Hipmi (Himpunan Entrepreneur Muda Indonesia) tentu kenal dengan figur Sandiaga S. Uno. Ia sudah lengser dari jabatan ketua umum pusat organisasi yang beranggota lebih dari 30 ribu entrepreneur itu.

Profil Sandiaga Uno

Sandi – demikian penyandang titel MBA dari The George Washington University itu biasa disapa- terdaftar menjadi orang paling kaya ke-63 di Indonesia vs Globe Asia. Kekayaannya USD 245 juta.




Sandi mengatakan tidak disediakan menjadi pelaku bisnis oleh orang tuanya. ”Orang tua lebih senang saya kerja di perusahaan, tidak terjun langsung jadi wiraswasta,” tutur pria pengagum basket itu.

”Menjadi entrepreneur itu pilihan paling akhir,” akunya. Oleh karena itu, ia tidak berfikir jadi entrepreneur seperti yang sudah dijalani saat satu dekade ini. ”Saya ini entrepreneur kecelakaan,” tuturnya, lalu ketawa.

Debut usaha Sandi sekarang dibentangkan melalui Group Saratoga serta Recapital. Bisnisnya menggurita, mulai pertambangan, infrastruktur, perkebunan, sampai asuransi.

Akan tetapi, ia masih tetap miliki harapan masalah peningkatan bisnisnya. “Saya ingin masuk ke bidang consumer goods. Dalam 5-10 tahun yang akan datang, usaha di bidang itu begitu prospektif,” tuturnya, optimis.

Seseorang pelaku bisnis, katanya, memang seharusnya tetap berfikir periode panjang. Bahkan juga, berfikir di luar koridor, berfikir apakah yang belum pernah terbersit di pikiran orang. “Mikir-nya memang seharusnya periode panjang.”

Ia memberikan contoh, dianya masuk ke bidang pertambangan awal 2000. Waktu itu, bidang itu belumlah se-booming saat ini. ”Jadi, saat bidang itu saat ini naik, kami telah miliki duluan,” katanya.




Sandi sebelumnya ialah pekerja kantoran. Pascalulus kuliah di The Wichita State University, Kansas, Amerika Serikat, pada 1990, Sandi mendapatkan keyakinan dari perintis Group Astra William Soeryadjaja untuk masuk ke Bank Summa.

Itu awal Sandi selalu bekerja bersama dengan keluarga taipan itu. ”Guru saya ialah Om William (William Soeryadjaja, Red),” papar pria kelahiran 28 Juni 1969 itu.

Bapak dua anak itu lalu dikit terdiam. Pandangannya dikirimkan ke luar ruangan, memandangi gedung-gedung menjulang di lokasi Mega Kuningan. ”Saya masih tetap ingat, seringkali didudukkan sama beliau (William Soeryadjaja, Red). Kami berdiskusi lama, dapat berjam-jam.

Jiwa wirausahanya begitu kuat,” kenangnya. William tiada pelit bagikan pengetahuan bisnisnya pada Sandi. Ia betul-betul mengingatnya oleh karena itu titik awal ia tahu kerasnya dunia usaha.

Di tanah air, Sandi cuma bertahan satu 1/2 warsa. Ia mesti kembali pada AS sebab mendapatkan beasiswa dari bank tempatnya kerja.




Ia juga kembali duduk di bangku kuliah The George Washington University, Washington. Waktu itu, fase-fase susah mesti ia hadapi. Bank Summa ditutup. Sandi yang terasa berutang budi turut menolong penyelesaian permasalahan di Bank Summa.

Sandi lalu sudah sempat kerja dalam suatu perusahaan migas di Kanada. Ia pun kerja di perusahaan investasi di Singapura. ”Saya memang ingin konsentrasi di bagian yang saya jalani sewaktu kuliah, yakni pengendalian investasi,” papar bapak dari Anneesha Atheera serta Amyra Atheefa itu.

Mapan sesaat, Sandi kembali terempas. Perusahaan tempat ia kerja tutup. Harus, ia kembali pada tanah air. ”Saya pergi dari 0. Bahkan juga, kembali di luar negeri, saya masih tetap numpang orangtua,” tuturnya.

Sandi mengaku, dianya sebelumnya kaget dengan pergantian kehidupannya. ”Biasanya saya bisa upah tiap-tiap bulan, tetapi saat ini berfikir bagaimana dapat survive,” papar pria kelahiran Rumbai itu. Ditambah lagi, saat itu krisis.

Ia lalu menggandeng rekanan sekolah sewaktu SMA, Rosan Roeslani, membangun PT Recapital Advisors. Pertautan akrabnya dengan keluarga Soeryadjaja membawa Sandi membangun perusahaan investasi PT Saratoga Investama Sedaya bersama dengan anak William, Edwin Soeryadjaja. Saratoga miliki saham besar di PT Adaro Energy Tbk, perusahaan batu bara paling besar ke-2 di Indonesia yang miliki cadangan 928 juta ton batu bara.

Dapat disebut, krisis membawa karunia buat Sandi. ”Saya tetap meyakini, tiap-tiap permasalahan tentu ada jalan keluarnya,” tuturnya.

Sandi dapat ”memanfaatkan” momen krisis untuk mengepakkan sayap usaha. Waktu itu banyak perusahaan papan atas yang terpuruk tidak berkapasitas. Nilai aset-aset mereka juga roboh. Perusahaan investasi yang dibangun Sandi serta kolega-koleganya selekasnya membuat gagasan. Mereka memberikan keyakinan investor-investor mancanegara supaya ingin menyuntikkan dana ke tanah air. ”Itu yang sangat susah, bagaimana memberikan keyakinan jika Indonesia masih tetap miliki prospek.”




Mereka beli perusahaan-perusahaan yang telah di ujung sundul itu serta ada dalam perawatan BPPN -lantas bertukar PPA-. Lalu, mereka jual perusahaan itu kembali saat telah konstan serta membuahkan keuntungan. Dari usaha itu, nama Sandi muncul serta pundi-pundi rupiah dikantonginya.

Sandi ikut serta dalam banyak pembelian ataupun refinancing perusahaan-perusahaan. Contohnya, mengakuisisi Adaro, BTPN, sampai Hotel Grand Kemang. Dari situlah, kepakan sayap usaha Sandi melebar sampai sekarang.

Jejak Usaha Sandiaga Salahudin Uno

Pada tahun 1993 Sandi Uno masuk dengan Seapower Asia Investment Limited di Singapura menjadi manajer investasi. Dia lalu geser ke MP Holding Limited Grup pada tahun 1994. Pada 1995 dia geser ke NTI Sumber Ltd di Kanada serta menjabat Executive Vice President NTI Sumber Ltd. dengan pendapatan 8.000 dollar AS per bulan.




Akan tetapi, krisis moneter semenjak akhir 1997 mengakibatkan perusahaan tempatnya kerja bangkrut. Sandi juga tidak dapat kembali melanjutkan tugasnya. Dia pulang ke Indonesia dengan predikat pengangguran. Sandi isi setiap harinya untuk melamar pekerjaan. Akan tetapi, tidak ada perusahaan yang ingin meliriknya. Lamaran kerjanya terus-terusan tidak diterima. Pada akhirnya, Sandi coba peruntungan baru, mengawali buka usaha konsultan keuangan.

Pada tahun 1997 Sandi Uno membangun perusahaan penasihat keuangan, PT Recapital Advisors bersama dengan rekan SMA-nya, Rosan Perkasa Roeslani. Salah satunya tutor bisnisnya ialah William Soeryadjaya. Sesudah berjalan saat satu 1/2 tahun Sandi lalu berjumpa dengan Edwin Soeryadjaya, putra William Soeryadjaya, pendiri PT Astra Internasional.

Saat itu Edwin pun alami kesusahan keuangan serta Sandi di tawarkan untuk bangun usaha berbasiskan investasi. Jadi, dia serta Edwin Soeryadjaya, putra William, membangun perusahaan investasi bernama PT Saratoga Investama Sedaya. Bagian upayanya mencakup pertambangan, telekomunikasi, serta produk kehutanan.

Dengan bekal jaringan (network) yang baik dengan perusahaan dan instansi keuangan dalam serta luar negeri, Sandi Uno sukses menjalankan usaha itu. Proses kapasitas perusahaan itu ialah mengumpulkan modal investor untuk mengakuisisi perusahaan-perusahaan yang alami permasalahan keuangan.Kapasitas perusahaan yang krisis itu lalu dibenahi serta di kembangkan.



Sesudah kembali sehat, asset perusahaan itu di jual kembali dengan nilai yang tambah tinggi. Sampai 2009, ada 12 perusahaan yang telah diambil alih oleh PT Saratoga. Beberapa perusahaan sudah di jual kembali, diantaranya PT Dipasena Citra Darmaja, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), serta PT Astra Microtronics.

Pada 2005–2008, Sandi Uno jadi Ketua Umum Himpunan Entrepreneur Muda Indonesia (HIPMI). Selama saat kepemimpinannya, jumlahnya entrepreneur yang terhimpun di HIPMI bertambah dari 25.000 orang jadi 35.000 orang. Dia pun jadi Ketua Komite Masih Bagian Usaha Mikro, Kecil, serta Menengah (UMKM) di Kamar Dagang serta Industri Indonesia (Kadin) semenjak 2004.

Sandi dinobatkan jadi 122 orang paling kaya di Indonesia vs majalah Asia Globe dengan keseluruhan asset perusahaan sampai 80 juta dollar AS, pada 2007. Sesaat, pada 2008 dia dinobatkan jadi orang paling kaya ke-63 di Indonesia dengan keseluruhan asset 245 juta dollar AS.

Pada 2009 Sandi masuk menjadi pendatang baru dalam rincian 40 orang paling kaya Indonesia vs majalah Forbes. Majalah itu tuliskan Sandi mempunyai kekayaan US$ 400 juta serta ada di rangking 29.



Sandi Uno sempat juga jadi deretan direksi beberapa perusahaan.

  • PT Adaro Indonesia
  • PT Indonesia Bulk Terminal
  • PT Partner Global Telekomunikasi Indonesia
  • Interra Sumber Limited
  • PT. iFORTE SOLUSI INFOTEK
  • Pada bulan Mei 2011, dia akan memutuskan beli 51% saham Mandala Airlines.

Pada 16 April 2015, dia mengundurkan diri dari jabatannya menjadi salah satunya direktur PT Adaro Energy Tbk.

Pаdа Rараt Umum Pеmеgаng Sаhаm Luаr Bіаѕа (RUPSLB) PT Sаrаtоgа Invеѕtаmа Sedaya Tbk, 10 Juni 2015, dia ѕаh mundur dаrі jabatannya mеnjаdі Direktur Pеntіng PT Sаrаtоgа Invеѕtаmа Sеdауа Tbk (SRTG).

Dia melepas beberapa jabatan di sejumlah perusahaan itu sebab ingin konsentrasi pada pekerjaan barunya menjadi Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Pergerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang di pimpin oleh Prabowo Subianto.

Tempatnya di Saratoga digantikan oleh Michael Soeryadjaya, anak dari Edwin Soeryadjaya serta cucu dari pendiri Astra International William Soeryadjaya. Namanya termasuk juga dalam rincian Panama Papers. Ia ikuti program Tax Amnesty.



Keberhasilan Sandiaga Uno dalam Mengurus Usaha

Perusahaan investasi punya Sandiaga S. Uno, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) kemarin menginformasikan kenaikan laba bersih yang fenomenal. Laba 2014 tumbuh 226 % dari laba 2013 jadi Rp 803 miliar. Perkembangan usaha itu didukung oleh perkembangan kapasitas investee (perusahaan yang dikasih modal) Saratoga.

Sandiaga yang menjabat menjadi Presiden Direktur Saratoga menjelaskan, perusahaannya selalu menguatkan portofolio investasinya di bidang infrastruktur, konsumer, serta sumber daya alam. “Sepanjang tahun kemarin, Saratoga memperhitungkan lebih dari 100 kesempatan investasi, cukuplah konstan dibanding kesempatan yang masuk tahun awal mulanya,” kata orang paling kaya ke-37 Indonesia tahun 2013 vs Forbes, ini.

Konsentrasi Saratoga untuk berburu laba dari bidang infrastruktur serta konsumer tercermin pada investee yang dipilihnya. Di bawah ini beberapa investee Saratoga:

Bidang Konsumer

1. PT Partner Pinasthika Mustika Tbk



Saratoga mempunyai investee PT Partner Pinasthika Mustika Tbk. (MPMX), perusahaan konsumer otomotif terintegrasi. Perusahaan ini sukses membukukan kenaikan penjualan sebesar 16 % jadi Rp 16,1 triliun serta laba bersih sebesar Rp 487 miliar. Perolehan ini dibarengi oleh provisi yang konservatif di bidang usaha pembiayaan dari MPMX.

2. PT Gilang Agung Persada

Untuk tingkatkan bagian investasi di bidang konsumer, tahun kemarin Saratoga membenamkan investasinya di PT Gilang Agung Persada (GAP) dengan beli 4,17 % saham perusahaan baju itu. Nilai investasi yang diletakkan sebesar US$ 5 juta.

Bidang Infrastruktur

1. PT Lintas Marga Sedaya

Di bidang infrastruktur, investee Saratoga yaitu PT Lintas Marga Sedaya yang mempunyai konsesi jalan tol Cikampek – Palimanan selama 116 km. sudah mengakhiri lebih dari 80 % pekerjaan konstruksi. Project tol ini direncanakan beroperasi sebelum libur Lebaran tahun ini.



2. PT Tower Bersama dengan Infrastructure Tbk

Di usaha menara telekomunikasi, investee Saratoga, PT Tower Bersama dengan Infrastructure Tbk. (TBIG), sukses mencatat EBITDA Rp 2,7 triliun pada tahun 2014, atau naik 23 % di banding tahun kemarin.

3. PT Medco Power Indonesia

Di usaha pembangkit listrik, PT Medco Power Indonesia (MPI), perusahaan pembangkit listrik yang konsentrasi pada sumber terbarukan, sukses memperoleh pembiayaan sebesar US$ 1,17 miliar untuk project pembangkit listrik tenaga panas bumi Geothermal Sarulla memiliki 330 MW pada 2014.

Bidang Sumber Daya Alam

1. PT Tri Wahana Universal

Perusahaan investee di bagian penyulingan minyak ini sukses tingkatkan produksi rata-rata harian dari 8.736 barel minyak /hari (bph) jadi 13.976 bph. Tri Wahana pun mencatat penjualan sebesar Rp 6,1 triliun selama 2014 atau naik 69 % dari 2013.

2. PT Provident Agro Tbk



Diluar itu, PT Provident Agro Tbk (PALM), perusahaan investee di bagian perkebunan kelapa sawit sukses menuliskan laba Rp 168 miliar pada kuartal III 2014 didorong oleh rata-rata usia perkebunan yang sudah sampai umur produktif, yaitu 7 tahun.

3. PT Trimitra Karya Jaya

Sama dengan pandangan periode panjangnya pada komoditas logam berharga tinggi, pada 31 Desember 2014 Saratoga mengakuisisi 80 % saham PT Trimitra Karya Jaya yang mempunyai 25,7 % saham di project tambang emas serta tembaga.

4. PT Adaro Energy Tbk

Di bidang batu bara, PT Adaro Energy, Tbk. (ADRO) selama 2014 dapat melawan keadaan usaha batu bara yang penuh rintangan. Dari produksi batu bara Adaro yang sampai 56,2 juta ton, ADRO sukses menuliskan penghasilan sejumlah US$ 3,3 miliar dengan laba bersih US$ 183,5 juta.

Refrensi Artikel

https://bisnis.tempo.co/read/654545/untung-rp-803-miliar-begini-gurita-bisnis-sandiaga-uno/full&view=ok

https://id.wikipedia.org/wiki/Sandiaga_Uno

Leave a Reply