Penjelasan Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini

Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini – PAUD adalah sesuatu yang sangat penting untuk kehidupan dan perkembangan sang buah hati. Pendidikan yang paling baik adalah sedini mungkin. Yang dimulai dari anak-anak. Sehingga lahirlah istilah atau penjelasan manajemen pendidikan anak usia dini lengkap yang disingkat manajemen PAUD.

Jika anda mendengar istilah manajemen pendidikan anak usia dini lengkap pastinya yang terbayang adalah cara mengelola pendidikan bagi anak-anak sebelum masa sekolah dasar (SD). Hal itu merupakan bagian dari profesi seorang guru dan kepala sekolah.

Untuk mempelajari ilmu manajemen pendidikan anak usia dini maka anda dapat membaca buku manajemen PAUD maupun makalah konsep dasar dan ruang lingkup manajemen PAUD. Bagi anda yang terbiasa berkutat di dunia online maka anda dapat mendownload beberapa artikel manajemen pendidikan anak usia dini pdf di internet.

Mengetahui manajamen pendidikan anak usia dini dimulai dari pengertiannya secara bahasa dan terminologi. Secara bahasa manajemen PAUD adalah sebuah cara mengelola pendidikan bagi anak-anak sebelum memasuki periode Taman Kanak-Kanak maupun SD.

Baca Juga : Tools Optimasi Instagram Marketing – Siap Praktek !

Sedangkan menurut pengertian secara istilah, manajemen pendidikan anak usia dini yaitu sebuah cara dalam mengelola proses belajar mengajar bagi anak usia dini supaya bisa memperoleh hasil terbaik yang ditentukan sesuai perkembangan dan pertumbuhan sang anak.

Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini

Penjelasan Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini PAUD - cover

Pendidikan sekolah di Indonesia terbagi-bagi ke dalam berbagai tingkatan. Seperti tingkat PAUD yang murid-muridnya dikisaran 6 tahun ke bawah, pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) dengan usia murid sekitar 6 tahun, pendidikan sekolah dasar (SD) yang murid-muridnya berumur dikisaran 7 tahun, tingkat SMP, SMA hingga perguruan tinggi atau universitas.



Namun ada yang mengatakan bahwa pendidikan anak usia dini (PAUD) dikhususkan bagi anak 2 tahun sampai 4 tahun. TK untuk anak usia 5 tahun sampai 6 tahun. Dan untuk sekolah dasar (SD) dikhususkan anak berumur 7 tahun ke atas.

Baca Juga :  Penjelasan Lengkap Google Bot untuk Pemula

Sebagai masa tahap awal pembelajaran, pendidikan anak usia dini memerankan peranan yang sangat penting. Ia adalah pembentuk karakter pertama seorang anak disamping lingkungan keluarga terdekatnya. Untuk masa pendidikan anak usia dini yang diajarkan adalah proses pembentukan akhlak yang baik, belajar cara mengaji, mengenal huruf dan angka.

Jika anda mempunyai anak yang berumur di bawah enam tahun maka anda hendaknya memasukkan ke dalam sistem sekolah yang mengajarkan pendidikan anak usia dini yang baik dan benar. Hal ini agar sesuai perkembangan dan pertumbuhan sang anak. Jangan sampai sang anak dijejali dengan berbagai pelajaran yang tak sesuai dengan umurnya.

Di berbagai daerah di Indonesia dari pelosok pedesaan terpencil hingga perkotaan besar sudah menjamur berdirinya lembaga-lembaga yang menyelenggarakan pendidikan anak usia dini. Peminatnya sangat besar di tanah air dengan biaya yang sangat terjangkau bagi semua kalangan.

Pendidikan anak usia dini yang murid-muridnya dari kalangan anak-anak berumur 3 tahun sampai 6 tahun merupakan proses pembelajaran awal sekaligus bekal sebelum menempuh pendidikan di sekolah dasar. Sehingga sang anak sudah terbiasa dengan proses belajar mengajar.




Adapun beberapa lembaga yang menyelenggarakan pendidikan anak usia dini (PAUD) bisa berupa : Kelompok Bermain (KB), Bustanul Atfhal (BA),Tempat Penitipan Anak (TPA), Taman Kanak-Kanak (TK) misalkan TK Bhayangkara, Raudhatul Athfal (RA), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Satuan PAUD Sejenis (SPS).

Dapat dilihat secara jelas bahwasanya pendidikan bagi anak usia tiga tahun sampai enam tahun disampaikan secara mudah, menyenangkan dan ceria. Yang disampaikan bukan hanya sekadar ilmu pengetahuan. Tapi juga bagaimana bersosialisasi dengan orang lain dan berbudi pekerti yang luhur atau menciptakan sang anak yang berkepribadian yang baik.

Hal inilah yang membuat berbagai lembaga sekolah yang menyelenggarakan pendidikan anak usia dini (PAUD) selalu menyertakan arena bermain bagi murid-muridnya. Seperti perosotan, ayunan, gulantungan, jurangketan dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Penjelasan Apa Itu PPC dan Manfaatnya Bagi Pemula

Apabila anda seorang guru atau kepala sekolah lembaga PAUD pastinya tidak akan terlepas dari proses menyusun manajemen pendidikan anak usia dini lengkap sehari-hari. Dan bagi anda yang hendak mendirikan lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) haruslah mengerti cara manajemen PAUD, beserta pengembangan sekolah dan tata kelola yang baik.

Untuk kategori usia murid yang dapat diterima di lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah mereka yang memenuhi kriteria umur sebagai berikut  :




  1. Infant yaitu usia dari 0 tahun sampai 1 tahun
  2. Toddler yang berumur dua tahun sampai tiga tahun
  3. Kindergarten children atau Preschool bagi anak usia 3 tahun sampai 6 tahun
  4. SD Kelas awal yang disebut  Early Primary School yang diperuntukan bagi anak usia 6 tahun sampai 8 tahun.

Ruang Lingkup Manajemen PAUD

Untuk ruang lingkup manajemen pendidikan anak usia dini sangatlah luas yang meliputi : perencanaan, cara pengelolaan, apa saja yang dikelola dan arah kebijakan manajemen pendidikan anak usia dini di masa depan. Untuk lebih jelasnya, inilah ruang lingkup manajemen PAUD, antara lain :

  • Manajemen pengawasan pendidikan anak usia dini
  • Manajemen proses, input dan output
  • Mengelola desain lingkungan sekolah
  • Manajemen prasarana dan sarana
  • Mengelola para peserta didik
  • Mengatur tenaga pendidik dan pendidikan
  • Mengelola kurikulum pendidikan anak usia dini

Pada jaman dahulu, pendidikan anak usia dini (PAUD) tidak sepopuler sekarang ini. Namun saat ini pendidikan di PAUD sudah populer dan sebagian sekolah dasar mewajibkan sang anak mengikuti pendidikan anak usia dini sebelum menempuh pendidikan formal di sekolah dasar.




Jika dilihat berdasarkan sudut agama Islam bahwa pendidikan adalah merupakan kewajiban bagi seorang penganut agama Islam laki-laki maupun perempuan.  Pendidikan harus ditempuh sejak sang anak dilahirkan sampai meninggal dunia. Ketika bayi dalam kandungan ibu pun dianjurkan untuk banyak membaca Al Quran sebagai bagian pendidikan bagi sang buah hati.

Di masyarakat Indonesia terbagi ke dalam berbagai kategori. Ada seorang anak yang menempuh pendidikan anak usia dini (PAUD) sebelum memasuki sekolah dasar. Dan ada pula yang langsung menyekolahkan sang anak ke sekolah dasar tanpa melalui proses pendidikan PAUD secara formal. Misalkan di Taman Kanak-Kanak.

Baca Juga :  Mengenal Google My Business Secara Umum

Bagi mereka yang menolak anaknya di sekolahkan di lembaga PAUD, salah satu alasannya adalah pada dasarnya pendidikan anak usia dini sudah dijalankan di lingkungan sekitarnya seperti keluarga. Sehingga masih banyak orang yang merasa tak perlu menyekolahkan sang anak ke lembaga pendidikan PAUD.

Tujuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Lalu apa manfaat dan tujuan pendidikan anak usia dini (PAUD) bagi sang anak. Berdasarkan keterangan dari para ahli dan pakar pendidikan di Indonesia, pendidikan anak usia dini sangat penting untuk menunjang kecerdasan sang anak dalam segi motorik, bahasa, komunikasi, emosi, sikap, daya cipta dan daya pikir sejak awal.

Untuk menciptakan tujuan pendidikan anak usia dini tersebut diperlukan sebuah sistem manajemen pendidikan yang efektif dan efisien. Yang melibatkan semua bagian kalangan. Seperti lingkungan sekolah, guru, masyarakat dan orangtua murid.

Manajemen pendidikan anak usia dini lengkap juga tak terlepas dari perincian biaya pendidikan tahunan dan bulanan yang meliputi uang bangunan, iuran bulanan, biaya pembuatan seragam, tabungan, infak dan lain sebagainya yang harus dibayarkan setiap peserta didik untuk keberlangsungan proses belajar mengajar.