Tipe Konsumen Menjengkelkan Pada Umumnya

Anda harus memahami tipe konsumen menjengkelkan dan cara menghadapinya karena dalam dunia bisnis dikenal istilah “konsumen adalah raja”. Benarkah? Lalu bagaimana jika konsumen yang Anda hadapi itu rewel, arogan, atau sulit dirayu?

Tipe Konsumen Menjengkelkan dan Cara Mengahadapinya

Tipe Konsumen Menjengkelkan Pada Umumnya 1

Dalam berbisnis, bertemu dengan konsumen yang memiliki beragam watak dan tabiat adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari.

Yang terpenting adalah bagaiaman membuat konsumen-konsumen tersebut merasa puas dengan pelayanan yang Anda berikan. Dan tentunya, uang mereka akan mengalir ke kas Anda.

Lima tipe konsumen menjengkelkan berikut ini bisa jadi akan selalu Anda temui selama berbisnis.

Terlalu banyak pertimbangan

Menimbang atau berpikir matang-matang sebelum membeli sudah menjadi sifat lumrah konsumen. Namun jika membutuhkan waktu terlalu lama dan terlalu banyak pertimbangan, tentu akan membuat kesal.

Solusinya adalah Anda harus benar-benar memahami produk Anda, kemudian mendeskripsikan sejelas mungkin kepada konsumen tipe ini. Jangan lupa tonjolkan daya tarik khusus dari produk yang Anda jual.

Terlalu banyak membandingkan

Ungkapan perbandingan tersebut kerap muncul dari bibir konsumen. Jangan kesal dahulu, karena itu merupakan trik konsumen agar mereka bisa membeli produk Anda dengan harga serendah mungkin.

Solusinya adalah Anda harus percaya diri, jika produk yang Anda miliki lebih unggul daripada produk kompetitor. Anda juga bisa mempelajari produk kompetitor, kemudian membandingkan kelemahannya dengan keunggulan produk Anda.

Terlalu banyak bertanya

Sudah menjadi hak konsumen yang mendapatkan penjelasan lebih banyak dan detail produk yang ingin dibeli. Namun jika ternyata terlalu banyak bertanya hingga ke topik-topik yang tidak jelas, tentu mengesalkan.

Tipe Konsumen Menjengkelkan Pada Umumnya 2

Solusinya adalah berbicaralah sedikit saja. Berikan hanya poin-poin penting. Jangan lupa untuk selalu mengalihan topik pembicaraan.

Terlalu cuek dan sulit dirayu

Konsumen tipe ini biasanya lebih banyak diam dan tidak banyak bertanya. Tipe ini terlalu sulit untuk melakukan transaksi. Ia akan selalu menunjukkan ekpresi tidak tertarik dengan penjelasan Anda.

Baca Juga :  Panduan Penggunaan Google Docs untuk Pemula

Solusinya adalah biarkan mereka melihat-lihat produk Anda dahulu. Anda hanya perlu sabar menunggu pertanyaan dari mereka. Dan siapkan jawaban yang jelas dan mudah dipahami.

Tips Berkomunikasi dengan Pelanggan Yang Ngeselin

Menjalankan sebuah bisnis memang akan membuat anda selalu berhadapan dengan beberapa tipe konsumen dan pelanggan bermacam-macam. Ada konsumen yang baik, akan tetapi tidak sedikit juga pembeli yang menjengkelkan dan sering marah-marah.

Oleh karna itu, untuk menghadapi konsumen yang baik mungkin Anda tidak mengalami kesulitan, akan tetapi saat menghadapi pembeli yang menjengkelkan dan sering marah-marah maka pebisnis biasanya akan menghadapi masalah dengan terpancingnya emosi.

Tipe Konsumen Menjengkelkan Pada Umumnya 3

Sebagai pebisnis yang profesional tentu Anda tidak boleh menanggapi konsumen yang marah-marah ini dengan ikut terpancing emosi dan marah-marah. Mengapa demikian? karena hal ini tidak jarang pengalaman negatif yang bisa diatasi akan berubah menjadi sebuah kesempatan. Intinya adalah anda harus mampu menilai dan menangani keluhan pelanggan.

Sebuah fakta bahkan menyatakan bahwa sembilan dari sepuluh pelanggan akan terus melakukan bisnis dengan kita bahkan setelah anda melakukan kesalahan padanya, dengan syarat kita bisa sepenuhnya mengatasi masalah yang terjadi di awal.

Oleh sebab itu untuk berbicara dengan konsumen yang sering marah-marah dan menjengkelkan tersebut ini Anda hanya perlu menyiapkan sebuah teknik agar bisa mengubah keadaan menjadi keuntungkan bagi Anda.

Berikut adalah beberapa langkah untuk bisa berbicara dengan konsumen yang suka marah-marah dan menjengkelkan tersebut.

Lebih Banyak Mendengarkan

Langkah pertama untuk bicara dengan konsumen yang sedang marah adalah dengan lebih banyak mendengarkan terlebih dahulu. Seringkali dalam banyak situasi menghadapi konsumen yang marah ini Anda akan langsung diberondong keluhan dan kemarahan konsumen tanpa Anda memiliki kesempatan untuk bicara.

Baca Juga :  Usaha Menguntungkan dengan Ide Bisnis Profit Besar

Namun saat hal ini terjadi biarkan saja mereka berbicara segala keluh kesah dan ketidakpuasannya. Dengarkan saja semua yang dilontarkan oleh konsumen sampai selesai.

Percuma dan sia-sia saja memang jika Anda menyela pembicaraan mereka, bukannya akan meredakan susana, dengan menyela Anda akan semakin memperkeruh suasana. Kenapa demikian? Karena saat Anda menyela pembicaraan mereka Anda dianggap membantah dan menentang mereka.

Untuk itulah Anda sebagai penjual memang harus mau mendengarkan keluhan pembeli atau konsumen terlebih dahulu meskipun keluha dari konsumen tersebut sedang marah.

Ketika Anda sudah bisa mendengarkan semua keluhan konsumen ini maka umumnya kemaran mereka akan mereda dengan sendirinya. Nah saat itulah Anda sudah mulai bisa masuk ke langkah yang kedua.

Biasakan Meminta Maaf

Langkah kedua untuk berbicara dengan pelanggan yang sedang marah adalah dengan menggunakan kata minta maaf. Sebenar apapun posisi Anda setelah mendengar keluhan konsumen itu, Anda tidak berarti harus balik arah menyalahkan mereka.

Lebih dari itu Anda harus meminta maaf sebagai langkah meredam amarah mereka. Meminta maaf tidak berarti merendahkan citra Anda, namun hal ini dilakukan dalam bentuk pelayanan dan untuk masa depan bisnis Anda. Ya, konsumen memang merupakan aset Anda yang paling berharga yang harus Anda jaga.

Terlepas dari apapun siapa yang salah dan siapa yang benar, Anda terlebih dahulu harus berusaha sekuat mungkin agar konsumen ini tetap berada pada lingkaran bisnis Anda dan tidak beralih pada kompetitor.

Maka menggunakan kata minta maaf diawal pembicaraan adalah hal paling efektif untuk bisa meredakan amarah dan membuat konsumen bisa tetap setia pada kita.

Apalagi jika memang kesalahan berada pada pihak kita, maka meminta maaf menjadi sebuah kewajiban. Namun perlu diperhatikan jika kosumen memang sering kali mengeluh dan marah-marah tanpa alasan hingga seringkali mengganggu bisnis Anda itu artinya Anda juga tak perlu juga mati-matian mempertahankannya.

Bicaralah dengan Nada Menenangkan

Setelah meminta maaf, Anda harus mulai memberikan respon terhadap keluhan konsumen tersebut. Bicaralah dengan nada yang rendah atau pelan.

Baca Juga :  Tips Pasang iklan Google Ads untuk Pemula

Jangan berbicara dengan nada tinggi yang bisa membuat suasana kembali keruh. Jangan lupa juga untuk memberikan solusi atau jalan keluar dari keluhan yang dibicarakan konsumen.

Jika Anda memang tidak bisa memberikan solusi langsung, Anda bisa meminta waktu kepada pelanggan untuk mencarikan solusinya secara cepat. Jangan lupa juga untuk memberi kabar pada konsumen saat solusi itu didapat atau Anda akan menghubunginya saat solusi Anda temukan.

Ucapkan Terima kasih dan Berikan Salam

Terakhir, langkah untuk berbicara pada konsumen yang marah adalah mengucapkan terimakasih dan memberikan salam. Namun sebelum itu tanyakan dulu apakah penjelasan dan solusi Anda sudah cukup jelas dan memuaskan mereka.

Jika memang belum jelas, maka Anda harus mengulanginya sampai jelas dan puas. Jika sudah jelas dan puas, Anda tinggal menyampaikan terimakasih dan salam agar mereka merasa senang karena telah dilayani dengan baik dan nyaman.

Demikianlah beberapa informasi tentang tipe konsumen yang menjengkelkan dan beberapa tips dalam mengahadapinya semoga dari informasi diatas dapat bermanfaat untuk anda terima kasih.