Tips Mempengaruhi Keputusan Membeli Konsumen

Tips mempengaruhi keputusan membeli konsumen bisa anda lihat pada artikel ini. Jika dilihat dari data power reviews tahun 2012 yang telah dilansirkan oleh hubspot.com, ada sekitar 44 % konsumen online yang mencari sebuah informasi produk sebelum mereka mengambil keputusan untuk membeli.

Bahkan menariknya….

Ada 79 % dari mereka yang menghabiskan sekitar 50 % waktunya untuk berbelanja, hanya untuk meneliti sebuah produk tersebut.

Ini, tentu tidak mengejutkan…

Kami tahu, Anda pastinya juga sudah mengetahui pentingnya sebuah informasi produk, atau bahkan sebelum mengetahui temuan di atas.

Baca Juga : Cara Menulis Iklan yang Menarik untuk Pemula

Tips Mempengaruhi Keputusan Membeli

Tips Mempengaruhi Keputusan Membeli Konsumen Online

Nah, itu sebabnya dari jauh-jauh hari Anda telah melengkapi semua informasi yang terkait dengan produk yang ada di webside Anda. Dan yang demikian ini, berharap dapat menumbuhkan rasa kepercayaan dan juga memicu keputusan para pembelian konsumen, benar???

Sayangnya ini tidak benar..

Sebab, konsumen kurang percaya terhadap informasi produsen

Jujur saja, di situs Anda lebih memfokuskan pada kelebihan dari produk Anda sendiri.

Itulah sebabnya, para konsumen lebih cenderung meragukan segala informasi yang datang dari Anda.

Dan ingatlah…

Walaupun Anda adalah seorang pemilik produk, Anda bukan satu-satunya orang yang menyediakan informasi terkait produk Anda tersebut.




Para konsumen dengan mudah bisa menemukan berbagai informasi terkait produk Anda yang ada pada situs-situs review. Contohnya Anda bisa lihat screenshot di bawah ini

Dan mereka juga bisa menemukannya pada forum-forum online atau pun meminta pendapat dari jaringan sosial mereka, seperti halnya yang ada pada screenshot ini.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa alih-alih menjadikan situs Anda sebagai rujukan utama, para konsumen akan lebih memilih untuk bisa membaca informasi pihak ketiga.

Nah, sekarang Anda pun sudah mengetahui kenapa informasi produk yang lengkap juga tidak bisa dijadikan jaminan konsumen dapat percaya dengan produk yang Anda jual.

Pertanyaannya…

Bagaimana caranya untuk merah kembali kepercayaan para konsumen tersebut?

Jangan khawatir, sebab Anda akan segera mengetahunya!!

Tetapi, sebelumnya mari Anda lihat latar belakang dibalik perilaku tersebut.

Baca Juga :  15 Ciri ciri Orang Sukses Yang Bisa Kamu Tiru

Para konsumen akan mencari rasa aman

Pencarian informasi merupakan salah satu perilaku umum pada kalangan konsumen.

Ditahun 2012 yang lalu, sebuah perusahaan riset pasar independen Ipsos & Thomson Reuters melansirkan sebuah penelitian bahwa, mereka telah menemukan sekitar 69% orang di Indonesia menggunakan internet, untuk meneliti sebuah produk yang akan dibelinya.

Penelitian seperti ini adalah cara para konsumen untuk mencari suatu alasan yang logis yang dapat membenarkan keputusan  pembelian mereka.

Dan mereka juga tidak ingin menyesal dikemudian hari, apabila produk Anda tak seperti yang dijanjikan.

Tetapi, masalahnya produsen jarang sekali mengetahui tentang bagaimana caranya parakonsumen melakukan penelitian tersebut.

Serta apabila Anda tidak bisa tahu apa jenis dari informasi yang diteliti para konsumen, maka Anda bisa saja keliru dalam menyediakan informasi untuk mereka.




Jadi, sebenarnya jenis informasi yang seperti apa sih dicari oleh konsumen???

Apa Anda sudah tahu bahwasannya…

Para konsumen mencari informasi yang terkait dengan kekurangan produk Anda

Ini benar, jika para konsumen akan mencari apakah ada keluhan dari para konsumen sebelumnya, terhadap produk Anda.

Contohnya.

Apabila kami berniat untuk menggunakan layanan Telkomsel Flash, maka hal pertama yang akan kami lakukan adalah dengan googling dengan menggunakan kata kunci “ Keluhan dari pelanggan telkomsel flash” atau semacam itu.

Dan hebatnya, google memberikan kami informasi kurang lebihnya seperti ini…

Nah, itulah salah satu jenis yang kami butuhkan, apa sebelumnya ada pelanggan yang sudah pernah mengalami pelayanan buruk dari telkomsel flash?

Sebagai contohnya apabila seorang pelanggan tidak mendapat “kecepatan” seperti yang tengah dijanjikan, apa mereka mendapatkan kompensasinya?

Lalu, kemudian berbekal sebuah informasi tersebut, kami mengunjungi situs perusahaan yang bersangkutan.

Mereka hanya bisa menyajikan informasi seputar produk (lihat panah merah).

Baca Juga :  Mendatangkan Uang Toko Online : HOT TIPS!

Dan apabila Anda klik link customer service di bar navigasi (lihat panah hitam), maka Anda pun akan dibawa pada halaman promosi, cara untuk setting produk, daftar bank ditempat membayar tagihan, alamat grapari, serta call center.

Semua hal tersebut bersangkutan seputar produk dan perusahaan mereka.

Jadi kesimpulannya, mereka tidak akan pernah peduli dengan keluhan pelanggannya.

Dan kami ragu, apakah mereka memang benar-benar memiliki pelanggan atau tidak?

Langkah praktisnya..

Cara untuk menyediakan informasi yang dapat dipercaya konsumen

Pertamanya, yang harus Anda lakukan adalah dengan meniru cara konsumen untuk mencari informasi.

Mulailah dengan mengetik frase “Keluhan para pelanggan [produk hingga jasa Anda]” pada mesin percarian.

Dan Anda juga dapat menemukan berbagai informasi yang sama, dengan melalui sosial media, contohnya dengan menggunakan alat sosial mention.

Silakan Anda cermati hasil dari pencarian serta inventaris jenis keluhan yang berulang-ulang.

Jadikan temuan itu sebagai acuan didalam menyusun sebuah informasi di website Anda, contohnya yang ada dihalaman Q & A, sales page, atau pun di posting blog Anda.

Kesimpulannya..

Disini Anda harus bisa menyediakan jawaban atau pun perbaikan yang telah Anda lakukan, untuk bisa menangani berbagai macam keluhan yang muncul.

Lantas, bagaimanakah dengan produk baru?

Apabila produk merk baru, mungkin saja Anda masih belum menemukan keluhan diinternet.

Tetapi, Anda dapat mencari keluhan tersebut diproduk sejenis milik pesaing Anda.

Sehingga, Anda bisa menjadikan informasi tersebut sebagai salah satu dasar dalam menyajikan informasi produk di website milik Anda. Dengan begitu Anda sudah mengantisipasi sebelumnya kemungkinan adanya pertanyaan dari pelanggan.

Namun, pertanyaannya..



Bukankah mengakui kekurangan dari produk dapat membatalkan keputusan konsumen untuk membeli?

Ini mitos…

Sebenarnya, ulasan negatif malah dapat meningkatkan konversi yang lebih besar, setidaknya sekitar 67 %.

Anda memang tidak dapat mengontrol ulasan negatif tersebut pada produk Anda di sebuah website lain. Tetapi, apabila Anda bisa menyediakannya pada website Anda sendiri, maka Anda pun dapat langsung memberi klarifikasi atas kekurangan produk tersebut.

Baca Juga :  Teknik Spamming WhatsApp Meningkatkan Penjualan

Jadi, jangan pernah takut untuk melakukannya.

Sebab, kejujuran dapat memicu keputusan membeli. Terbukti!

Dengan mengakui keluhan terhadap produk Anda, maka akan meningkatkan kredibilitas Anda dimata para konsumen.

Akui bahwa tidak ada produk yang sempurna.

Apakah yang konsumen butuhkan sebenarnya adalah suatu tindakan yang telah Anda ambil didalam mengatasi setiap keluhan mereka.

Dan ini terbukti bisa mempengaruhi para konsumen untuk tertarik pada produk Anda, bahkan untuk membeli setiap produk yang Anda tawarkan. Fantastis…..!!!

Anda wajib mencoba tips tersebut.

Nah, kapan waktu yang tepat untuk mencoba tips di atas???

Sekarang.

Demikianlah sebuah tips menarik yang dapat kami informasikan untuk Anda semua, untuk menjadikan bisnis online yang Anda jalankan bisa diminati oleh banyak konsumen, sehingga Anda bisa menjadi seorang pebisnis atau pun mengusahan online yang sukses. Selamat mencoba tips mempengaruhi keputusan membeli konsumen online diatas dan semoga bermanfaat untuk semuanya.